Guru-Besar-Beksi-Tradisional-H-Hasbullah-Baba-Sabenuh-Masir
Kong H. Hasbullah bin H. Misin wafat pada kisaran usia 126 tahun ( tertulis di batu nisannya, Lahir 1863 – Wafat 14-11-1989 ), dan beliau di makamkan di sebuah TPU di daerah Petukangan jakarta selatan.
Babeh Benuh setelah selama lebih dari 40 tahun mendalami Beksi, telah juga berhasil mengembang- kan beberapa jurus baru, bahkan beliau juga telah membukukan jurus-jurus Beksi dan membuatnya dalam bentuk VCD agar Beksi lebih mudah di pelajari oleh generasi-generasi selanjutnya.
Secara organisasi, Perguruan Silat Beksi Tradisional H. Hasbullah sekarang di pimpin oleh MUALIH YAHYA (Bang Ali), yang di bawah pimpinannya Beksi sudah tersebar di lebih dari 32 kolat di beberapa wilayah Jakarta, beliau juga sangat aktif membawa Beksi menjalin silaturrahmi dengan perguruan- perguruan silat lain, baik dalam ajang FORUM PECINTA & PELESTARI SILAT TRADISIONAL INDONESIA maupun lewat media internet, yaitu via jejaring sosial Facebook, Twitter dan Youtube.
Dan dalam perjalanannya saat ini, Beksi Tradisional H. Hasbullah juga mulai memperkenalkan diri ke generasi muda lewat kegiatan Ekstra Kurikuler di sekolah dan juga lewat media layar kaca, baru-baru ini Beksi Tradisional H. Hasbullah diberikan kesempatan untuk terlibat secara langsung baik dalam ide cerita, pemain serta pengatur laga dalam FTV “ SILAT BOY 1–5” dan ” SILAT BOY 6-10 ” , POLICE 86 & 1001 DONGENG di TransTV. Kami juga terus berusaha menjaga kelestarian Beksi kami ini sebagai sebuah warisan budaya, dalam bentuk diantaranya melestarikan budaya Palang Pintu dengan iringan pembacaan sholawat atas Nabi Muhammad SAW saat akan berlangsungnya sebuah acara pernikahan atau kedatangan tamu kehor-matan di kalangan orang betawi.
Selain itu kami juga terus menerus menanamkan dan mengajarkan filosofi bahwa silat itu haruslah ‘nge’Deres( belajar ) dan nge’Jurus ( latihan ) , Golok (Silat) haruslah berSarung( Ngaji), norma-norma agama juga selalu di taushiyahkan pada saat sebelum dan sesudah latihan, serta kegiatan selamatan dan santunan anak yatim yang di selenggarakan secara rutin setiap 6 bulan sekali dan juga pada tiap prosesi urut dan pemandian saat kenaikan jurus sebagai ungkapan rasa syukur atas semua anugrah dari Ilahi kepada kami.
Dengan metode pendekatan secara personal dan kekeluargaan, para guru kami mengajarkan dan menerapkan etika dan adab dalam perguruan maupun dalam kehidupan keluarga dan bermasyara- kat secara umum, hingga diharapkan nantinya para Beksier dapat menjadi figur yang tangguh secara fisik serta mantap secara moral dan spiritual, juga bisa bermanfaat dan membawa kedamaian untuk dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya dimana- pun dia berada.
Sebagai bagian dari proses regenerasi dan penyegaran di organisasi, maka saat ini kami juga sudah membentuk struktur baru yang mana proses dari kepemimpinan Bang MUALI YAHYA sekarang digantikan oleh Bang ROFI RACHMAT ( Putra dari Babah Sabenuh ) yang sudah disepakati melalui rapat ORGANISASI PERGURUAN SILAT BEKSI TRADISIONAL H. HASBULLAH yang disaksikan langsung oleh GURU BESAR BABAH SABENUH MASIR.
Betawie, 24 Oktober 2014.
Di tulis ma’ Bang Ozan.
Disempurnakan oleh : Bang Fian [ 081315904286 ]
Narasumber : Babeh Sabenuh Masir, Bang Muali Yahya, Bang Rofi Achmat ( Putra Baba Sabenuh Masir ).
by Beksi Tradisional Haji Hasbullah on Sunday, 24 August 2014 at 20:42
SILAT BEKSI